October 29, 2006

Your Decision Determine Your Future!

Filed under: Sanctuary

Highlighting 2 things that I’m going to do soon!

1.About My Brother:

Kemarin aku bicara2 dengan my lil sis. Aku curhat soal kekecewaanku terhadap Yosi (our brother), dan aku berpendapat seharusnya dia bisa menerima lebih baik, tetapi malah ngetek (bersikeras) dengan pilihannya yang hampir pasti akan membawa dia ke kehancuran. padahal dia satu2nya cowo di keluarga dan mendapatkan tumpahan kasih sayang dr org tua, namun malah bikin kecewa keluarga.
Felis (my sis, the youngest) bilang bahwa setiap keputusan yg dipilih seseorang akan membawa konsukwensi bagi hidup orang itu. Seharusnya kamu (me) jangan kecewa terhadap pilihan yang salah itu, tapi lihatlah bahwa Tuhan turut bekerja dalam pilihan yang salah itu. I’m sure that Yosi akan belajar banyak dari pilihan salah yang dia ambil. Meskipun harga yang dibayar amat mahal, tapi itu akan bawa kedewasaan bagi dia.

2. I’m decide to get marry before end of year

Rencana menikah udah lamaaa bange tertunda2, tapi semoga Tuhan buka jalan, sebelum tahun ini selesai, aku bisa menikah. Aku juga berencana untuk menjalankan rencana pribadiku sendiri. Maksudnya, aku mungkin ga terlalu fokus sama urusan keluargaku seperti yang mamaku minta (baca 2 postingan di bawah), setelah sekian tahun aku mengalah, aku kepengen banget fokus untuk build my own family.
Sekarang aku dan Obi lagi liat2 rumah di kawasan Surabaya Barat daerah Citraland. Cari rumah mungil aja buat 2 orang. Selain itu kita lagi bicara banyak soal pengaturan keuangan, membuka beberapa rekening koran (atas nama pribadi dan nama bersama), masalah investasi, dll.
Dan kayaknya kalo keadaan belum bisa membaik, kita akan menikah secara sederhana, no celebration at all. Only Holly Matrimony. Jadi sodara2, maaf ya kalo ntar ga ngundang2, soalnya memang keadaan lagi tidak memungkinkan. Mengingat adikku masih marah gara2 di tahan di penjara.

Well, begitulah. AKu akan berserah pada Tuhan masalah adikku. Mungkin ketika aku mulai berpikir bahwa memang jalan Tuhan buat mendidik dia secara keras lewat pilihan yang dia pilih, aku ga akan begitu kecewa terhadap jalan yang dia ambil. Bukannya sok bossy sih, ato gak peduli juga, cuman aku pikir aku sudah banyak berkorban dan sekarang saatnya aku mengambil keputusan yang tepat buat masa depanku.
Tapi sodara tetep sodara, meski apapun keputusan yang dia ambil, he will always in my prayer. Dan aku tau pasti, meski suatu saat kita terpisah jarak dan waktu, God will take care of him, just as He take care of me. I thank God for every situation and condition of my family.

October 28, 2006

Egois part II

Filed under: Daily Life

Beberapa hari lalu, aku ketemuan sm Olivia, temenku pas kuliah di Petra. ABis wisuda kerja di Jakarta, stlh sekian tahun gak pulang kmrn aku nyempet2in main ke rumahnya. Ternyata pas bicara2 sama dia, aku tertinggal jaoooooooooooohhh banget soal desain grafis. Agak nge-hang ketika ngomong2 soal MPL, bellow the line, target market, brand awareness,dll. Setelah sekian tahun kerja, posisinya lumayan enak di Jakarta.

Jujur sih agak iri dgn Olive, soalnya dulu tuh aku punya mimpi yang sama. Jadi wanita karir di bidang advertising & graphic design gitu sih. Punya portfolio yang banyak dan ngerjain brand brand gede. Dulu pas abis kuliah, aku maunya juga kerja di Jakarta. pengen dapet pengalaman banyak dan pekerjaan yang menantang. Tapi pas mau ke Jakarta, di larang orang tua dengan alasan simple: keluarga. Waktu itu katanya aku harus mendidik adik2ku krn emang nyokap single parent.

Dan here I am. Stuck in Surabaya, en ga ada karir yang membanggakan. Sekalipun aku akhirnya memilih keluarga, aku sendiri juga agak2 kecewa (terhadap diriku sendiri) karena aku merasa tidak memberikan kontribusi & hasil yang baik.

Sekarang umurku 26, punya rencana untuk menikah. Namun, sayangnya mama meminta menunda dengan alasan yang sama: keluarga. Bukannya aku egois (menurutku sih) cuman aku pikir sekarang saatnya aku meraih impian dan cita2ku. Udah kelewat lama rencana ini ditunda2 dan diundur2, masak aku mesti menunda dengan alasan aku harus mengurus adik (cowo)ku? Lagian aku pikir dia sudah amat dewasa dan bisa menentukan pilihan dirinya sendiri, ga usah terlalu dipaksa2.

Banyak sih impian yang mesti dikorbankan. Salah satunya adalah ambil master di bidang advertising & desain graphic. Dulu pas keadaan masih wealthy&healthy, aku inget sih, nanya2 William gara2 mau ke UNSW di SYd, kemudian kepengen juga ambil di California State University of Long Beach. Tapi sekali lagi, impian itu musnah krn alasan keluarga.

Sekarang impianku sisa satu (untuk saat ini) segera menikah dengan orang yang aku cintai. Haruskah aku mengalah (lagi) dengan alasan yang sama?

October 27, 2006

Egois?

Filed under: Daily Life

Talking about egois, belakangan ini aku bertanya sama diriku sendiri, apakah diriku egois? Apakah yg aku rasakan & lakukan ini sudah benar?

Mum meminta (memaksa tepatnya) agar aku menasihati adikku dengan lebih kencang. Padahal adikku sudah di nasehatin sampe berbuih2 sampe berbusa2, dan diapun ga mau melakukan apa yg dinasihatkan. Sekalipun apabila dia mengambil keputusan yang salah (mengikuti kemauannya sendiri) maka masalah akan ada di kemudian hari (ga nampak secara langsung dalam 1-2 hari ke depan, tapi makan waktu bertahun2)

Pemikiranku simple sih: emang tugas kita utk menasihati & memberi tahu ttg mana yang benar dan mana yang salah, tapi kalo udah dikasih tau bolak balik tetep ga mau, ya kita ga boleh maksa. sekalipun jalan yang dia hadapin bekal berujung kepada maut.

selfish

But mum ga memikirkan seperti itu, dia malah mikir kalo aku egois dan ga mau tahu ttg keadaan sodaranya. Aku sendiri sampe gimana ya di bilangin seperti itu.. Hidup itu cuma sekali, jangan di buat susah deh. Toh setiap orang akan mempertanggungjawabkan setiap keputusannya dihadapan Tuhan. Selama kita udah melakukan bagian kita, maka kita serahkan sisanya kepada Tuhan. Masa anak sudah gede, sudah bisa mikir, harus dituntun2.

En I really dunno, whether my thought is too selfish or not. Kalo kamu jd aku, apa yang akan kamu lakukan?

October 25, 2006

Stingy

Filed under: Daily Life

Selamat Idul Fitri ya, bagi yang merayakannya. Minal Aidin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan batin. Harusnya lebaran ini Mee kerumahnya si Chees sih. Ceritanya disuruh nginep dan nemenin Chees yg lagi sendirian ditinggal misua keluar kota. Udah kesana tapi tiba2 ada sodara yang meninggal. Mesti ikut jaga sampe sodaranya yg lain lagi dr Makassar datang. Selama libur lebaran ini ada beberapa hal yg perlu di highlight.

1. Temenku bercerai
Baca post di bawah deh, akhirnya jd mengajukan gugatan. Didukung oleh seluruh keluarga, akhirnya memutuskan melayangkan gugatan. Nah lucunya, dia skrg kemana2 dikawal. Kmrn aja pas nelpon, aku ditanyain dr siapa, temen apa, dll.

2. Sodaraku ada yg meninggal
Well, bukannya sodaraku sih, sodaranya Obi. Sodara angkat lagie! Tapi keluarganya itu baiik banget sama kita. Mungkin ada yg heran, sodara angkat kok dibelani sih? Mereka itu bukan sapa2nya kita, dan keluarga yg berduka itu baiik banget. Mereka ngerti kalo skrg aku &Obi lagi penghematan keuangan, dan mereka mensuport kamu dgn hal2 yg ga bisa dijelaskan. Misalnya mengundang kita ber2 makan dirumahnya. Home Cooking Food gitu, sederhana deh. Tapi budi baik mereka, ga bisa kita balas.
Mereka juga ga perhitungan. Jd kalo ada kebutuhan mendesak, misalnya kita butuh mobil, dipinjemin tanpa memperhitungkan biaya bensinnya,dll. Kalo kita bertamu ke rumah mereka, ga dianggep org miskin gitu. Masih diberi teh,dll. Perhatian, penghargaan mereka itu tuh berhargaaa banget. Jarang banget nemu orang yang gak perhitungan.

babi

Hal-hal diatas membuat aku berpikir, bahwa :
1. Menyimpan&menghemat duit itu perlu, tapi jangan berlebihan. Harta ga dibawa mati! Mencari sahabat itu susahnya setengah mati, jangan sampai hanya persoalan sepele, kehilangan sahabat.
2. Hidup itu hanya sekali, jangan dibuat susah oleh pernikahan yang gak berhasil.
3. Ketika engkau meninggal, harta ga bakal dibawa mati. Yang dibawa mati cuma budi baik. Bersahabatlah dengan setiap org tanpa memperhitungkan untung ruginya. Tangisan sahabat &sanak saudara yang mengantarmu ke liang lahat, akan membuat kau sadar bahwa kekayaan sesungguhnya terletak dlm persahabatan dengan hati yang tulus.