My Christmast’s Wish List
Kemarin ada 2 paket datang ke rumahku. Ternyata isinya kado natal (yang sama sekali ga aku harapkan sih,) Jadi bener2 kejutan. Yang pertama, Desy dari Thailand ngirimin sandal etnik warna hitam yang ada manik2nya. Yang kedua, Sherly mengirimkan kado manis berbungkus plastik.
Pas dibuka, kayak anak kecil menang lomba dapet hadiah deh. Di robek2 pembungkusnya, lalu pas buka hadiahnya, aku menjerit kecil saking senangnya. Kadonya cantik banget! Suer! Lihat deh di bawah.. Aku sampe speechles pas dapetnya. Kayak bingkai stain glass, ya? Jadi kacanya kayak dilukis, ada gambar keranjang bunga dan kata2 mutiaranya.
Bagus banget ya?
Makasih udah di kirimin. Juga makasih buat temen2 yang udah ngirimin e-card lewat email
Eniwei td barusan nelpon Sherly ke Denpasar. Ngucapin makasih atas kadonya yang bagus. Bicara2, ternyata dia itu udah beli kadonya sekitar 6-7 tahun lalu pas sekolah di Australia. Dia bilang, dulu maunya beli 1 kado doang, tapi entah mengapa, dia beli 2 kado dan di simpen baik2. Sampe akhirnya kemarin bongkar2 lemari, dia inget pernah beli kadonya, dan di kirimin ke aku.
Ketika aku berpikir, bahwa Tuhan itu sangat2 lucu dan mengagumkan. How amazed that He has prepared untuk hal2 yang terkecil dalam hidup kita. Bayangin gak sih, 6 tahun lalu Tuhan sudah tahu bahwa ntar, kira2 6 tahun lagi, si Sherly bakal ketemu sama aku, bakal temenan, bakal jd sodara. Dan untuk melengkapi hal2 yang manis, dia menyediakan hal2 yang kecil seperti little present sejak dulu.
Tuhan saja, setia dalam hal2 yang kecil, memperhatikan hal2 yang kecil, pasti Dia juga memperhatikan hal2 yang besar, ya?
My Christmast Present!
Kemaren2 aku lagi maleeeees banget posting. Lagi males ngapa2in. Bahkan sampe sekarangpun, pohon natal belum aku pasang di rumah. Dengan masalahku, mungkin aku agak merasa kecewa (dengan diriku sendiri). Aku marah sama diriku sendiri, sehungga ujung2nya toh aku males ngapa2in.
Pas beberapa hari ngomong dengan Jed, disuruh posting ttg Christmas Gift List, aku juga ogah. Dikeluargaku, udah ga ada acara tukar menukar kado. Jadi selama natal, aku ga pernah buat list. Apalagi tahun ini, rasanya masalahku datang beruntun. Boro2 bikin list, mo apa2 juga mesti mikir 2 kali.
But inside my heart, aku berkata pada hati kecilku dan Tuhan, ” Tuhan tahun ini aku ga mau kado apa2, ga HP , ga uang, ga baju pengantin. Aku ga mau apa2, Aku cuma ingin All I want for Christmas is,Aku kepengen keluargaku damai sejahtera, saling menghormati, menyayangi dan bisa mendukung satu sama lain. Titik.”
But I realized then, “hey it’s christmast time. It’s jesus birthday, harusnya aku yang kasih hadiah kado ke Dia, kok malah minta kado?”
Natal mungkin berkaitan dengan kado, hadiah, cuci gudang, sale gede2an,belanja, kue yang enak, dan lain2. Entah kita mengharapkan hadiah ato engga, biasa bertukar kado ato engga, tapi tanpa kita sadari bahwa memang natal berkaitan dengan hadiah.
Hadiah apa?
Hadiah bahwa di malam natal, beribu2 tahun lampau, akan ada penggenapan janji sang Juru Selamat. Janji bahwa karya agung, penebusan Allah akan nyata melalui seorang bayi kecil yang lahir pada malam berbintang di kota Betlehem.
We learned more about gifts
The giving of ourselves
And what that means
On a dark and cloudy day
A man hung crying in the rain
All because of love, all because of love
See? Christmas is giving. Natal adalah memberi. Tapi alangkah baiknya apabila kita ngga hanya memberi hanya pada saat Natal. Sesungguhnya hidup adalah memberi..
It’s in giving every part of my heart to Him
In all that I do every word that I say
I’ll be giving my all just for Him, for Him
He is my reason to live
Dear Jesus,
Selamat Natal.
Kalo malam itu engkau susah mencari “rumah”
Sehingga beralaskan jerami
Malam ini, aku mau kok jadi “rumahmu”
Well, hatiku tak seberapa bagus
Banyak kotoran, luka, dan persoalan
But I give you my heart as my living sacrafice…
Merry Christmast, Everybody!











