December 23, 2006

My Christmast’s Wish List

Filed under: Heart Cry

Kemarin ada 2 paket datang ke rumahku. Ternyata isinya kado natal (yang sama sekali ga aku harapkan sih,) Jadi bener2 kejutan. Yang pertama, Desy dari Thailand ngirimin sandal etnik warna hitam yang ada manik2nya. Yang kedua, Sherly mengirimkan kado manis berbungkus plastik.

Pas dibuka, kayak anak kecil menang lomba dapet hadiah deh. Di robek2 pembungkusnya, lalu pas buka hadiahnya, aku menjerit kecil saking senangnya. Kadonya cantik banget! Suer! Lihat deh di bawah.. Aku sampe speechles pas dapetnya. Kayak bingkai stain glass, ya? Jadi kacanya kayak dilukis, ada gambar keranjang bunga dan kata2 mutiaranya.

“Chance made us sisters, Heart made us Friends”

Bagus banget ya? :) Makasih udah di kirimin. Juga makasih buat temen2 yang udah ngirimin e-card lewat email :)

Eniwei td barusan nelpon Sherly ke Denpasar. Ngucapin makasih atas kadonya yang bagus. Bicara2, ternyata dia itu udah beli kadonya sekitar 6-7 tahun lalu pas sekolah di Australia. Dia bilang, dulu maunya beli 1 kado doang, tapi entah mengapa, dia beli 2 kado dan di simpen baik2. Sampe akhirnya kemarin bongkar2 lemari, dia inget pernah beli kadonya, dan di kirimin ke aku.

Ketika aku berpikir, bahwa Tuhan itu sangat2 lucu dan mengagumkan. How amazed that He has prepared untuk hal2 yang terkecil dalam hidup kita. Bayangin gak sih, 6 tahun lalu Tuhan sudah tahu bahwa ntar, kira2 6 tahun lagi, si Sherly bakal ketemu sama aku, bakal temenan, bakal jd sodara. Dan untuk melengkapi hal2 yang manis, dia menyediakan hal2 yang kecil seperti little present sejak dulu.

Tuhan saja, setia dalam hal2 yang kecil, memperhatikan hal2 yang kecil, pasti Dia juga memperhatikan hal2 yang besar, ya?


My Christmast Present!

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Kemaren2 aku lagi maleeeees banget posting. Lagi males ngapa2in. Bahkan sampe sekarangpun, pohon natal belum aku pasang di rumah. Dengan masalahku, mungkin aku agak merasa kecewa (dengan diriku sendiri). Aku marah sama diriku sendiri, sehungga ujung2nya toh aku males ngapa2in.

Pas beberapa hari ngomong dengan Jed, disuruh posting ttg Christmas Gift List, aku juga ogah. Dikeluargaku, udah ga ada acara tukar menukar kado. Jadi selama natal, aku ga pernah buat list. Apalagi tahun ini, rasanya masalahku datang beruntun. Boro2 bikin list, mo apa2 juga mesti mikir 2 kali.

But inside my heart, aku berkata pada hati kecilku dan Tuhan, ” Tuhan tahun ini aku ga mau kado apa2, ga HP , ga uang, ga baju pengantin. Aku ga mau apa2, Aku cuma ingin All I want for Christmas is,Aku kepengen keluargaku damai sejahtera, saling menghormati, menyayangi dan bisa mendukung satu sama lain. Titik.”

But I realized then, “hey it’s christmast time. It’s jesus birthday, harusnya aku yang kasih hadiah kado ke Dia, kok malah minta kado?”

Natal mungkin berkaitan dengan kado, hadiah, cuci gudang, sale gede2an,belanja, kue yang enak, dan lain2. Entah kita mengharapkan hadiah ato engga, biasa bertukar kado ato engga, tapi tanpa kita sadari bahwa memang natal berkaitan dengan hadiah.

Hadiah apa?

Hadiah bahwa di malam natal, beribu2 tahun lampau, akan ada penggenapan janji sang Juru Selamat. Janji bahwa karya agung, penebusan Allah akan nyata melalui seorang bayi kecil yang lahir pada malam berbintang di kota Betlehem.

As the years went by
We learned more about gifts
The giving of ourselves
And what that means
On a dark and cloudy day
A man hung crying in the rain
All because of love, all because of love

See? Christmas is giving. Natal adalah memberi. Tapi alangkah baiknya apabila kita ngga hanya memberi hanya pada saat Natal. Sesungguhnya hidup adalah memberi..

I’ve finally found the reason for living
It’s in giving every part of my heart to Him
In all that I do every word that I say
I’ll be giving my all just for Him, for Him
He is my reason to live

Dear Jesus,
Selamat Natal.
Kalo malam itu engkau susah mencari “rumah”
Sehingga beralaskan jerami
Malam ini, aku mau kok jadi “rumahmu”
Well, hatiku tak seberapa bagus
Banyak kotoran, luka, dan persoalan
But I give you my heart as my living sacrafice…


Merry Christmast, Everybody!

December 10, 2006

I Envy You

Filed under: Heart Cry

Meet The Nietiadi Part 2

Image and video hosting by TinyPic

Postingan ini harusnya dipublish pas abis ketemuan sama Sherly. Ketemu keluarga mereka amat sangat sangat memberkati aku. Sedikit banyak aku tau tentang pergumulan keluarganya, pergumulan pribadi Sherly sendiri, dan bagaimana keluarganya saling mendukung satu sama lain. Walaupun mereka sendiri masih harus bergumul, tetapi orang tuanya sepakat buat nerusin kuliah Sherly ke jenjang S3 sembari mencari beasiswa. Mamanya bahkan memilihkan tgl 7 Januari sebagai hari buat menikahku (semoga bisa terlaksana heuheuhue)

Dalam hati, aku harus jujur mengakui bahwa aku iri. Ketika menjelajah blog & dari cerita mereka, aku banyak menemukan ‘hal2 lebih’. Angie misalnya, dia dapat beasiswa buat ambil kelas CPA di Boston, William lulus kuliahnya di Sydney, dapat kerjaan dan lagi proses bridging utk pengambilan Permanent resident, Juli dapet komputer gratis hasil undian di kantor, Daisy dapet promosi dari kantornya, skrg menguasai kantor cabang Thailand, Nathan siap2 mo kerja & pindah di Spore, Helen akhirnya dapat kontrak dr kantornya, Mutiara yang punya rumah baru, en so on en so on….

Ketika aku sedikit curhat di tengah waktu yang mepet pas ketemuan sama Sherly, aku ngrasa sediiiihh banget. Ketika aku sendiri ngaca sama jalan hidupku, aku cuma ngeliat hal2 yang mbulet (complicated) yang gak berujung, yang aku sendiri bosen njalani hidup ini. Dan aku bertanya2, apa ada yang salah dengan hidupku? Kalau emang ada yang salah dengan hidupku, aku mau kok mbalik lagi buat benerin yang salah. Kayak bangsa Israel yang gara2 dosa, mesti muter2 di Padang Gurun for almost 40 years pdhal jarak tempuh yang sebenarnya ga lebih dari sebulan.

Aku inget sama anjing2ku di rumah. Kalo mereka nakal, biasanya aku hukum dgn cara tidak diberikan makanan kecil. Biar mereka kapok dan tidak nakal lagi. Somehow aku ngerasa kayak puppy yang dihukum sama Tuhan karena aku nakal.

Aku iri, seandainya keluargaku bisa lebih saling mendukung. Dengan kondisiku yang harus mengalah terus, adikku yang cowo baru keluar dari penjara dan (sampe sekarang) masih bersikeras dengan apa yang dia mau. Apalagi mamaku sekarang lagi diabetes. Even ga mau ke dokter buat periksa karena sayang uangnya buat adikku yang cowo. Aku bingung mesti gimana, karena mamaku sendiri gak nalangi (gak bisa mengatasi) adikku, maka aku yang di gandoli ( di berati/ disuruh tanggung jawab), meanwhile rencanaku menikah tertunda-tunda terus, aku bingung mikir gimana kondisi keluarga supaya bisa stabil secara ekonomi. Karena gak lucu banget, kalo cuman mo nuruti maunya adikku, bisa2 uang keluar tapi gak mbalik (gak kembali).
AKu sediih banget liat adikku terbiasa dimanja dari kecil, sampe akhirnya sekarang gede masih memberatkan orang tua, bahkan gak peduli sama kesehatannya mamaku. Pokoknya apa yang dia minta harus dia dapetin. Sementara adikku yang kecil, kadang terlalu sibuk pelayanan sana sini, sambil kuliah, pulang rumah tinggal nggeblak, bobo, en hampir ga ada waktu buat keluarga.

Kayaknya kalo pertukaran hidup dengan temen2 di listku, kayaknya ga bakal ada yang mau nuker hidupnya sama aku

Ketika aku nangis2, Sherly berkata bijak dan selalu aku inget sampe sekarang. Dia berkata “Kalo kita boleh milih peran di Alkitab, aku rasa ga ada yang bakal mau jadi orang buta yang dijamah Tuhan. Udah buta sejak lahir, tapi masih dipertanyakan dosa siapakah itu. Dosa orang tuanya atau dosanya sendiri sehingga ia dilahirkan buta. But you know sis, dari situ Allah menyatakan kemuliannya lewat orang2 seperti dia”

Ga usah nyari salah siapa, dosa siapa, tapi belajar percaya bahwa Tuhan yang pegang hidup kita dan dari segala sesuatu yang keliatannya messy dan crowded, kemuliaan Tuhan bakal nyata suatu saat nanti.

Image and video hosting by TinyPic

AKu jujur ga tau mesti omong apa sih. Tapi aku terberkati banget dengan kata2nya yang menguatkan. Meski hidupku keliatannya berantakan, tapi aku percaya semua orang punya porsinya sendiri2. Dibandingkan banyak orang, aku jauh lebih beruntung. Karena aku punya hadiah yang tak ternilai, saved by grace.
Hidupku amat amat sangat berharga, sehingga Tuhan menjadikan aku biji matanya sendiri.

Mungkin secara finansial, banyak yang lebih mapan daripada aku. Banyak yang kehidupan keluarganya tak mengalami seperti apa yang aku alami. Tapi aku jauuuuhhhh jauhhh lebih beruntung daripada jutaan pribadi lainnya. Daripada anak2 terlantar yang tidak punya orang tua di Etiophia, dari anak2 terserang HIV di Thailand, dari anak2 Indonesia yang tak punya kesempatan mengenyam pendidikan yang layak. Aku masih punya rumah buat di diami, punya ‘angel beside me’ yang support aku dalam segala keadaan, aku masih bisa makan 3x sehari, punya sahabat2 yang mendukung aku. Aku jauhhh jauh lebih beruntung dan aku terberkati. Terima Kasih Bapa buat berkatMu yang kuterima. Amin

Image and video hosting by TinyPic

Beberapa hari yang lalu aku dapat quote bagus.
“Sangatlah mudah berdoa kepada Tuhan untuk memberikan apa yang baik bagi kita. Tetapi mulai sekarang berdoalan kepada Tuhan untuk memberikan apa yang terbaik bagi kita menurut Dia

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

For Sherly: Thank You for supporting me. Semoga masalahmu cepat berlalu. Aku bener2 mengucap syukur atas keberadaanmu dalam hidupku. Tunggu kutelpon yah? :p

December 4, 2006

Meet The Nietiadi (again)!

Filed under: Daily Life

Sejak beberapa minggu lalu, Sherly sempat bilang kalo dia bakal mampir ke Surabaya selama seminggu. Pas hari minggu doi nyampe ke surabaya, aku sempet sms ketemuan pas hari kosong (ga ada pertemuan keluarga) krn aku tau banget Sherly banyak pertemuan keluarga kalo kesini. Eh, tau2nya hari rabu malam, Sherly telpon katanya kamis besok segera pulang ke Bali. Dan kalo mau, ketemuan di mall TP, skalian sama keluarganya.

Aaarrgh!, dasaarr! Ni cewe so so so last minute person! Katanya seminggu, malah besok mau pulang. Terpaksalah ketemuan mendadak mendadak. Padahal rencananya sih, mo nyiapin kado ultah buat dia. Cuman krn mendadakan, jd suprisenya ga jadi deh.

Berita bahagianya, Sherly bakal balik lagi ke UK buat S3 (sambil cari beasiswa)! Hore!!! Plok Plok! Ayo tepuk tangan! I’m happy for you, Sher!
Di TP, ketemuan sama mamanya, papanya, adik cowo sama adik cewenya. Sampe disana masih diajak ketemuan sm keluarganya yang laen lagi, dan aku di -sempilin / disusupin sekaligus diajak makan. Sempet gak enak juga sih, tapi yahh.. timbang gak ketemu lagi sama Sherly sblm ke UK?

Photobucket - Video and Image Hosting
ini foto pas makanan dan minumannya baru datang. a glass of tea float just for me!

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting
ini grace, adiknya sherly yg terkecil. Umur 5 tahun, tapi sudah kelas 1 SD, pinter perkalian, bahasa inggris, mandarin, main orgen, dan suka ngegambar. Aku umur 5 tahun mah, taunya mainan di TK doang.

Photobucket - Video and Image Hosting
Ini keluarganya sherly yg ngajak ketemuan. Untung ramah, gak gitu sungkan bo! Ga kenal tiba2 ikutan makan! Huehuehuehue…

Photobucket - Video and Image Hosting
Thanks God, I’m full!

—————————

Sist, congrats ya buat wisudanya 12 Dec ini di Liverpool. Semoga dapat beasiswanya buat S3, dan semoga segala seuatunya baik2 saja dengan Lan. You are a;ways in my pray. Thank you for everything and those sweet moments. I’ll treasure it in my heart.

“I give praise to my God at every memory of you,” Phillipian 1:3, BBE