I Envy You
Meet The Nietiadi Part 2

Postingan ini harusnya dipublish pas abis ketemuan sama Sherly. Ketemu keluarga mereka amat sangat sangat memberkati aku. Sedikit banyak aku tau tentang pergumulan keluarganya, pergumulan pribadi Sherly sendiri, dan bagaimana keluarganya saling mendukung satu sama lain. Walaupun mereka sendiri masih harus bergumul, tetapi orang tuanya sepakat buat nerusin kuliah Sherly ke jenjang S3 sembari mencari beasiswa. Mamanya bahkan memilihkan tgl 7 Januari sebagai hari buat menikahku (semoga bisa terlaksana heuheuhue)
Dalam hati, aku harus jujur mengakui bahwa aku iri. Ketika menjelajah blog & dari cerita mereka, aku banyak menemukan ‘hal2 lebih’. Angie misalnya, dia dapat beasiswa buat ambil kelas CPA di Boston, William lulus kuliahnya di Sydney, dapat kerjaan dan lagi proses bridging utk pengambilan Permanent resident, Juli dapet komputer gratis hasil undian di kantor, Daisy dapet promosi dari kantornya, skrg menguasai kantor cabang Thailand, Nathan siap2 mo kerja & pindah di Spore, Helen akhirnya dapat kontrak dr kantornya, Mutiara yang punya rumah baru, en so on en so on….
Ketika aku sedikit curhat di tengah waktu yang mepet pas ketemuan sama Sherly, aku ngrasa sediiiihh banget. Ketika aku sendiri ngaca sama jalan hidupku, aku cuma ngeliat hal2 yang mbulet (complicated) yang gak berujung, yang aku sendiri bosen njalani hidup ini. Dan aku bertanya2, apa ada yang salah dengan hidupku? Kalau emang ada yang salah dengan hidupku, aku mau kok mbalik lagi buat benerin yang salah. Kayak bangsa Israel yang gara2 dosa, mesti muter2 di Padang Gurun for almost 40 years pdhal jarak tempuh yang sebenarnya ga lebih dari sebulan.
Aku inget sama anjing2ku di rumah. Kalo mereka nakal, biasanya aku hukum dgn cara tidak diberikan makanan kecil. Biar mereka kapok dan tidak nakal lagi. Somehow aku ngerasa kayak puppy yang dihukum sama Tuhan karena aku nakal.
Aku iri, seandainya keluargaku bisa lebih saling mendukung. Dengan kondisiku yang harus mengalah terus, adikku yang cowo baru keluar dari penjara dan (sampe sekarang) masih bersikeras dengan apa yang dia mau. Apalagi mamaku sekarang lagi diabetes. Even ga mau ke dokter buat periksa karena sayang uangnya buat adikku yang cowo. Aku bingung mesti gimana, karena mamaku sendiri gak nalangi (gak bisa mengatasi) adikku, maka aku yang di gandoli ( di berati/ disuruh tanggung jawab), meanwhile rencanaku menikah tertunda-tunda terus, aku bingung mikir gimana kondisi keluarga supaya bisa stabil secara ekonomi. Karena gak lucu banget, kalo cuman mo nuruti maunya adikku, bisa2 uang keluar tapi gak mbalik (gak kembali).
AKu sediih banget liat adikku terbiasa dimanja dari kecil, sampe akhirnya sekarang gede masih memberatkan orang tua, bahkan gak peduli sama kesehatannya mamaku. Pokoknya apa yang dia minta harus dia dapetin. Sementara adikku yang kecil, kadang terlalu sibuk pelayanan sana sini, sambil kuliah, pulang rumah tinggal nggeblak, bobo, en hampir ga ada waktu buat keluarga.
Kayaknya kalo pertukaran hidup dengan temen2 di listku, kayaknya ga bakal ada yang mau nuker hidupnya sama aku
Ketika aku nangis2, Sherly berkata bijak dan selalu aku inget sampe sekarang. Dia berkata “Kalo kita boleh milih peran di Alkitab, aku rasa ga ada yang bakal mau jadi orang buta yang dijamah Tuhan. Udah buta sejak lahir, tapi masih dipertanyakan dosa siapakah itu. Dosa orang tuanya atau dosanya sendiri sehingga ia dilahirkan buta. But you know sis, dari situ Allah menyatakan kemuliannya lewat orang2 seperti dia”
Ga usah nyari salah siapa, dosa siapa, tapi belajar percaya bahwa Tuhan yang pegang hidup kita dan dari segala sesuatu yang keliatannya messy dan crowded, kemuliaan Tuhan bakal nyata suatu saat nanti.
AKu jujur ga tau mesti omong apa sih. Tapi aku terberkati banget dengan kata2nya yang menguatkan. Meski hidupku keliatannya berantakan, tapi aku percaya semua orang punya porsinya sendiri2. Dibandingkan banyak orang, aku jauh lebih beruntung. Karena aku punya hadiah yang tak ternilai, saved by grace.
Hidupku amat amat sangat berharga, sehingga Tuhan menjadikan aku biji matanya sendiri.
Mungkin secara finansial, banyak yang lebih mapan daripada aku. Banyak yang kehidupan keluarganya tak mengalami seperti apa yang aku alami. Tapi aku jauuuuhhhh jauhhh lebih beruntung daripada jutaan pribadi lainnya. Daripada anak2 terlantar yang tidak punya orang tua di Etiophia, dari anak2 terserang HIV di Thailand, dari anak2 Indonesia yang tak punya kesempatan mengenyam pendidikan yang layak. Aku masih punya rumah buat di diami, punya ‘angel beside me’ yang support aku dalam segala keadaan, aku masih bisa makan 3x sehari, punya sahabat2 yang mendukung aku. Aku jauhhh jauh lebih beruntung dan aku terberkati. Terima Kasih Bapa buat berkatMu yang kuterima. Amin
Beberapa hari yang lalu aku dapat quote bagus.
“Sangatlah mudah berdoa kepada Tuhan untuk memberikan apa yang baik bagi kita. Tetapi mulai sekarang berdoalan kepada Tuhan untuk memberikan apa yang terbaik bagi kita menurut Dia”
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
For Sherly: Thank You for supporting me. Semoga masalahmu cepat berlalu. Aku bener2 mengucap syukur atas keberadaanmu dalam hidupku. Tunggu kutelpon yah? :p

Mee, kemaren Jed sempet kirim sms..
gak tahu nyampe apa nggak..
disitu Jed tulis message ini:
“Never listen to the Devil who says, ‘You’re never amount to anything, but put your ears attentively to Abba, Father, who says to you, ‘You are my beloved, to whom I am well-pleased.’”
Bulan lalu, Jed sempet juga dapet sms dari temen Jed, bunyinya, “Kalo hari ini adalah hari mencuri sedunia, apa yang mau kau curi dari ku? Kirim ke teman-temanmu dan lihat hasilnya, kau akan terkejut”
Jed forward ke beberapa teman Jed, dan mereka mengatakan banyak hal positif tentang Jed, yang selama ini mereka iri karena mereka tidak punya itu. Benar-benar mengejutkan, tadinya Jed pikir mereka lebih beruntung dari Jed.
Coba Mee tanya ke teman-teman Mee pertanyaan yang sama…
Pasti ada sesuatu yang mereka iri dari Mee, sesuatu yang mereka gak punya..
Jed misalnya iri karena Mee udah mau nikah bulan depan. Jed sendiri masih belon jelas kapan mau nikahnya..hehehhehe..
Makanya lihat ke depan, jangan liat kanan-kiri. Kebahagiaan adalah milik mereka yang menolak untuk iri pada orang lain dan mulai mensyukuri apa yang ada dalam diri mereka.
Comment by Jed — December 10, 2006 @ 09:02
Tenang Mee.
Semua itu jangan dilihat dari luarnya. Kita semua juga dalam proses pembentukan. Aku sendiri gara-gara suatu kejadian hari Minggu kemaren (read my blog) akhirnya malah ujungnya jadi diskusi berat tentang kerohanianku dan aku jadi sadar kalo aku orangnya bener-bener nggak dewasa secara rohani dan masih nggak stabil plus rada-rada aneh.
Berapa hari ini udah terus-terusan nangis sampe suara ilang. Aku pengen jadi apa yang Tuhan mau, bukan apa yang aku mau atau apa yang temen2ku bilang aku harus jadi. Tapi mau aja nggak cukup, perjalanan yang harus ditempuh itu jauh dan sakit. Kadang aku ngerasa bener2 pedih, kenapa di umurku yg 22 taon ini aku masih kayak gini, kenapa ada orang2 kayak kamu dan Juli yang udah spiritually mature dan jauh banget dari gue yang 22-kayak-16 ini.
Aku jadi inget cerita kalo seorang potter itu akan kembali memecah, membentuk dan membakar kembali pot yang dia bikin sampe pot itu bener-bener sempurna. Aku mau dibentuk lagi walau sakit kayak apa sampe jadi kaya yang dia mau. Ini kenapa aku rasa journey ku di Singapore belum waktunya stop sampe disini, masih banyak yang harus aku dapet dari tempat ini.
Bagus lah dari event beberapa hari ini aku jadi cari Tuhan lebih lagi, dan mulai step forward dari routine jadi relationship, kaya dulu aku masih inget aku suka bangun pagi2 untuk curhat ama ngomel ke Tuhan dan kita berdua share soal apa yang kita dapet tiap hari dari Tuhan. That’s what I want, that’s what I am seeking. Aku lagi jalanin 40 hari Purpose Driven Life dan ini masuk hari kedua. Moga-moga pas nanti semua selesai 18 Januari Tuhan udah bentuk aku jadi lebih lagi. Emang bukan bukunya yang berkuasa mengubahkan, tapi Tuhan sendiri yang bisa.
Waktu aku nangis2 kemarin malem, aku bilang Tuhan aku pengen Engkau nyatakan kalo Engkau ada, Engkau hadir, Engkau denger, Engkau tau isi hatiku. Nyatakan diri-Mu ya Tuhan. Trus aku iseng2 buka e-Sword karena udah berapa kali random verse at startup nya ngasih ayat yang tiba2 pas dan nguatin. Dan aku dapetin ayat ini:
“But as for me, I will look to the LORD; I will wait for the God of my salvation; my God will hear me.” (Mikha 7:7)
Pas aku dapet ini langsung banjir dah. Dia emang Tuhan yang deket, yang denger, yang ngga jauh dari kita. Ada lagu yang bilang “Dia hanya sejauh doa” dan in many times in my life here in Singapore I experience that. Belajar ngandalin Tuhan 100%. Kita bertanya dan Tuhan nggak jawab apa yang ada di depan, kita belajar melangkah beserta dia satu langkah demi satu langkah dan tetap percaya kalo Tuhan tuh dah ada di depan dan Dia udah plan apa yang ada di goal kita. Di luar Tuhan semua sia-sia tapi di dalam Tuhan nggak ada yang sia-sia. Semua itu akan mendatangkan kebaikan koq pada waktunya. Ketekunan itu melahirkan tahan uji.
Jadi tenang lah, tiap orang punya beban dan kekuatan sendiri-sendiri. Tuhan punya cara sendiri untuk bentuk tiap orang. Yang pasti Tuhan ngga pernah kasih sesuatu yang lebih dari kekuatan kita. Kalo Tuhan kasih ini ke Mee, bersyukurlah, karena Tuhan anggap Mee mampu untuk hadapi semua ini dan nantinya in the end pas Mee udah sampe di ujung jalan, kesaksian hidup Mee akan jadi kemuliaan buat Tuhan yang Mahatinggi di hadapan banyak orang.
Will keep you on my prayers, sista. Don’t give up. Aku juga kadang pengen lari dari semua ini. Mo hidup yang tenang aja, mungkin balik Indo dimana semua damai dan teratur. Tapi kalo gitu kapan mo maju? Kapan mo dewasa? Aku ditaruh di Singapore ini aku rasa adalah rencana Dia untuk masa depanku dan aku bersyukur ada komunitas dan teman-teman yang bisa dukung aku senantiasa.
You have Him.
You have us.
Seek him, for He will never leave you nor forsake you.
Saat engkau berseru, dia akan menolong engkau dan menopang engkau.
Do not fear, for I am with you;
Do not be dismayed, for I am your God.
I will strengthen you and help you;
I will uphold you with my righteous right hand.
(Isaiah 41:10)
Comment by Blue — December 10, 2006 @ 12:04
im feelin stuck too but i look forward to a better tomorrow coz i know things might be cloudy and dark now but it will be sunny one day =))
*hugz* be strong ya sist.
btw, komennya Jed tentang sms “hari mencuri sedunia” boljug
and thks uda sharing ayat2nya Mee, this is beautiful =))
“Sangatlah mudah berdoa kepada Tuhan untuk memberikan apa yang baik bagi kita. Tetapi mulai sekarang berdoalan kepada Tuhan untuk memberikan apa yang terbaik bagi kita menurut Dia”
Shoutout to Sherly: Dear, bukan Mee aja yg mendapat pencerahan dari kata2 kamu (tentang peran di Alkitab), aku juga *hugz*
Comment by Devilucious — December 10, 2006 @ 17:00
Weee… kita jadi kayak diskusi di sini ya huhuhu…
Mee, thanks thanks thanks very very very muchhhhh sudah telpon diriku malam ini!!! Hatiku berbunga-bunga sekale!! Rasanya dirimu amat sangat memperhatikan dan mengasihi aku dengan kasih Yesus Kristus! Thank you yah sudah mengkhawatirkan diriku. *love you sista!!!*
Soal balesan SMS pagi itu, sebenernya aku panik berat dan sempet bingung mau mbalesin apa. Tapi Tuhan itu baik dan penuh dengan kebijaksanaan, Dia beri aku hikmah. Aku sungguh bersyukur bisa bertemu dan mempunyai seorang saudara, yaitu kamu, Mee! Tuhan benar-benar membuat semuanya indah pada waktuNya! Dengan demikian, kita berdua bisa saling menguatkan dan bersama-sama bertumbuh di dalam iman. Btw, anytime, you need me, I will always be ready.
Jangan sungkan-sungkan yah, kita kan sekarang sudah saudara, OK!?!? *awas kalo sungkan, aku ngambek!!*
For Haze, you are always welcome, dear!!! *hugs* God bless you always!
Comment by sherly — December 10, 2006 @ 21:35
mi, thank you for postingannya hari ini. I am so blessed.
jangan kecil hati ya mee, tau gak how much I envy you with your talents in design?
I always envy people who has talents in design..kayaknya tuh mereka luar biasa..dari otak yang kecil ini bisa keluar amazing design ideas..and without you guys designers, the world is not complete ^.^
so jangan kecil hati, rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, tapi tahukah kamu betapa sering tetanggamu harus menyirami dan memotong rumput-rumput itu? hehe..mungkin rodo ga nyambung yaa..but all I want to say is be thankful of what you have.
stop for a moment, look around you..you have bubly, the man of your life whom you loved so much..sometimes I envy those who are married or those who has their “better life” and wondering if my time will ever come ^.^
see?? so ngucap syukur with what you have ya non…I’m sure there are so many great things that God has stored for you. the best is yet to come sis, so be ready ^.^/
Comment by freccia — December 11, 2006 @ 05:50
tuh! aku ga usah kasi comment panjang dan lebar. kenapa ? karena semua ne udah jelas dari temen2 seng dek atas.
dan bener banget, rumput tetangga selalu lebih ijo. terus terang aku dewe juga kayake lagi krisis kepercayaan diri de. aku mulai ngeliat diriku dari sisi negatif2x gitu de, jadi malah ngeliatin hidup orang laen seng jauh lebih ‘holy’ dan ngiri.
makane dah mulai jarang post juga wakaka :p.
tapi kebetulan ato bukan, aku selalu sadar, kalo aku selalu nemuin jawaban e bersama Dia. karena aku tau pengharapan kepada manusia ngga pernah kekal, the more you hope, the more you suffer, feel disappointed. tapi kalo pengharapan terhadap Tuhan, janjine selalu digenapin kan!
aku jadi inget kalo Firman itu double-edges sword [pedang bermata dua], seng kena bukan cuma kamu tok, tapi kena buat aku juga.
kalo aku ngiri apa ya sama kamu ? :p. akeeh sih, aku kagum mbe kamu, from ur perseverance, endurance. dari kacamataku, kamu tu dewasa banget, caring sister, and a very easy going friend that is easy to talk with.
banyak sekali ayat2 di bible yang mendukung kita supaya put hope in the Lord.
Isaiah 40:31 (Yesaya)
“but those who hope in the LORD will renew their strength. They will soar on wings like eagles; they will run and not grow weary, they will walk and not be faint.”
Comment by dd — December 11, 2006 @ 21:29
Waa.. saya lama ga buka blog anda.. hahaha.. memang sih, kita tuh ya tendencynya mbandingin diri ama org yg lebih enak. Spt kata pepatah, rumput tetangga selalu lebih hijau. Hauhauha… jgn dikira anda doank yg bisa envy, saya juga sering envy org yg lebih enak dr aku. Hahaha… tp itulah kita harus tetep inget kalo kita juga udah blessed banget. Dan Tuhan memang kasi jalan hidup manusia berbeda2. Ada yg lebih mulus dr yg laen, tp semua bisa dipake untuk kemulianNya kok
Trus yg saya belajar nih… kan envy kan ga bagus ya.. jadi kalo kita iri ama org, kita berdoa memberkati org itu gitu
Tried that, and it helps untuk melatih kita biar ngga envy tp ikut berbahagia atas kesuksesan org lain
Hehehe..
Comment by Helen — December 11, 2006 @ 21:56
mee … ada pepatah mengatakan Rumput tetangga lebih hijau… Jadi apa yang kita liat dan kita rasakan blum tentu sama seperti yang mereka lihat dan mereka rasakan…
So Tuhan udah kasih jalan yang terbaik buat kita masing2.. Tinggal gimana kita menjalani, mengolahnya supaya menjadi lebih baik… Yah semua cobaan yang di kasih ke Tuhan pun pasti ada tujuan nya yaitu menjadikan diri kita lebih kuat dan lebih tegar lagi… Hugssss untuk mee….
Moga2 rencana merit nya tgl 7 Jan nanti terlaksana yah mee… aku turut berdoa smoga semua nya lancar …
Comment by ir — December 12, 2006 @ 08:04
Mee, you should be greatful karena Tuhan masih sayang sama keluarga Mia. Justru disaat-saat seperti inilah kita bisa lihat kekuatan dan karunia Tuhan. Segala berkah sedang menunggu untuk keluarga kalian. Saat inilah waktu yang paling tepat yang sudah diciptakan Tuhan untuk mempersiapkan hamba2nya untuk lebih kuat untuk menerima berkahNya. If you can win this battle, nothing else would be hard for you and your family in the future.
Mee, nga ada beban yang terlalu berat diberikan untuk orang2 yang percaya kepada Tuhan. He is there for you, ask Him and He will fulfill you. Bless others so that He will bless you. Forgive others who have hurt you. God will do His part if we do ours.
Take care,
Mutiara
Comment by Mutiara — December 12, 2006 @ 08:53
Maju terus Mee Goreng ku!, btw ntar yah masalah phpnya gue kinda busy
Comment by morningglory — December 15, 2006 @ 23:30
*hugs*
K’Me, yang sabar yach
. Jo, tahu kk orang yang kuat dan tegar. Jo,cuma bisa bilang satu hal…masa masa terpuruk dan mungkin lebih parah dari k’me sudah pernah aku alami
…cuma beda kasus. Tapi aku yakin dan percaya kita punya BAPA YANG SANGAT BAIK. Just believe in Him sist’. Serahkan bebanmu pada Yesus. Dia tahu kita mampu melewati ini semua.
*duh jadi coba kalau dekat yach pasti dah tak peluk beneran…*
Keep in Him sist’, kita punya Bapa yang baik dan jangan pernah ragukan Dia….
love u sist’
Comment by yoan — December 17, 2006 @ 17:24
Mee.. kamu ndak sendiri.. tuh sdh ada 11 pendahulu di atasku.. dan aku yakin msh ada banyak teman, sahabat, kenalan, atau siapa saja yang support kamu dalam doa,perhatian, sapaan, etc..
Ingat kisah Ayub? Kalo kita mau terima & pingin yang baik2 dari DIA.. kenapa ya kita sering ndak mau yang pahit2 dari DIA juga.. bukankah semua adalah berkat dan caraNya untuk mendidik kita.
Maju terus Mee.. Semoga DIA terangi jalan dan pilihan2mu di hari mendatang. GBU!
btw.. 07 01 07.. catet deh.. that’s perfect number!
Comment by widhi — December 19, 2006 @ 05:31
aduh say, jangan gitu dong. semua masalah itu cuma sebagian dari pendewasaan diri, kata orang bijak sih gitu. semakin kita sering ditempa masalah, semakin kita dewasa. (tp bukan berarti masalah dicari2 ya .. hehehe). jangan suka liat kesekeliling kita dalam hal relationship keluarga, karna setiap manusia, masalahnya pasti beda2, dan pemecahannya juga beda2. so, be patient ya say? banyak doa
*hugs*
Comment by Meda — December 19, 2006 @ 16:18