March 30, 2007

Grumbling To My Self

Filed under: Daily Life

Bapa,
kayaknya udah lama banget ya aku ga datang ke hadapan Bapa, untuk tulus bersyukur buat semua hal yang sudah terjadi dalam hidupku. Kapan ya terakhir kali aku datang pada Bapa untuk bersyukur, merenung dan benar benar berterima kasih kepada bapa.

Bapa, aku tahu belakangan aku menjadi orang yang sangat egois, yang hanya memikirkan masalahku sendiri tanpa pernah bersyukur buat segala hal yang telah Bapa ijinkan terjadi dalam hidupku.

Bapa, ampuni anakmu yang sudah menjadi begitu bodoh dan ceroboh. Ajar aku kembali bersyukur buat setiap saat dalam hidupku, karena aku tahu bahwa aku tak pernah benar2 sendirian. Aku ingin datang dengan segala dosaku, kelemahanku dan kekuranganku, seraya berkata, Ini aku. Betapa aku merindukan Bapa.

Bapa, dengan berlumuran dosa aku datang. Aku kangen Bapa…

Another Dream

Filed under: Daily Life

Somehow kenapa, jd kepingin sekolah lagi. Karena beberapa hari lalu aku mimpi, lagi ada test akhir semester, abis itu aku telat, trus lari2 ke ruang test, dan ternyata tesnya uda mulai dan tinggal dikit waktu tersisa. Sampe aku bangun dan keringetan.

Untunglah, waktuku buat skolah udah selese, udah lulus! Hehehe…

“Tapi kalo ada kesempatan buat sekolah lagi (sapa tau ada mujizat dr langit). kamu mau ndak?”, tanyaku dalam hati kepada diriku sendiri?

Belakangan ini aku didera rasa minder yang luaarrrr biasa. Aku sudah off dr kerjaan desain selama 1 tahunan barangkali. Dan masih aktif ikut milis jurusanku, dan ngeliat kerjaan adik2 kelas selama itu, aku ngerasaa bloon banget. Padahal beberapa bulan yang lalu aku masih berani ngimpi mau sekolah lagi.

Sekarang, boro2 mimpi, mikir aja ga berani.

Sampe ada yang ngomong gini ke aku: Mee sekarang tuh kita paling ga mesti jd hero buat diri kita sendiri. Kalo kamu ga mau jd pahlawan buat dirimu sendiri, siapa yang mau nulungin? Mau nunggu ditolong siapa? Emang tangan Tuhan bekerja dr atas langsung? Ya engga dong! Kamunya dulu yang harus jalan, baru Tuhan buka jalan.

Dunno ya…

March 15, 2007

My Little Angel

Filed under: Daily Life

Image and video hosting by TinyPic

Si kecil ini namanya Angelica Priscilla. Nama marganya Luhukay. Dari namanya udah kliatan kalo asalnya dari luar pulau. Yap, malaikat ini datangnya dari Ambon :p
Sebenernya sih dia lahir-gede di sini sih. Papa mamanya yang dari Ambon. Sayangnya Papanya udah lama meninggal sejak dia masih bayi dan otomatis mamanya yang mesti kerja banting tulang buat cari uang. (And I really2 mean it)–> jaman sekarang apa sih yang murah kalo punya anak? 1 kaleng susu aja ada yang 150 rebu, tahan buat 4-5 hari.

Dan akhir cerita, kalo mamanya kerja, sering banget nitipin anak umur 4 tahun ini di rumah. Dan jadilah dia mainan di rumah, di dandanin, di kuncir2, diajak jalan2 ke mall, diajak ke minimarket dekat rumah, pokoknya seneng deh, kayak ada boneka hidup di rumah.

Karena mamanya sibuk banget, sering dia bobo di rumahku. Dan didongengin rame2. Lucunya sih dia belum pernah didongengin. Tapi paling seneng kalo aku cerita soal Alkitab. Kapanan aku liatin buku Alkitab bergambar tentang bayi Yesus. Lalu aku cerita soal Maria dan Yusuf yang ingin menginap tapi tak ada kamar, jadi terpaksa mereka bermalam di kandang sapi, dan disitulah Yesus lahir. (Ada buku bergambar palungan,gua kandang sapi, dan banyak kambing, domba). Aku ajarin dia bersyukur buat keluarganya, mamanya, rumahnya dan kamarnya. Karena jelek2 gitu dia masih punya rumah dan kamar buat berteduh. Sedangkan bayi Yesus lahir di kandang yang penuh dengan binatang, dan dingin, mana palungannya bukan kasur yang seperti dia punya.

Setelah aku cerita dan tunjukin bukunya, tiba2 Angel terdiam lama. Matanya berkaca-kaca. Lalu dia berkata;“Kak, kasihan ya Tuhan Yesus,pasti Dia sangat kedinginan. Tapi aku mau kok minjemin kamarku buat Tuhan Yesus. Biar Dia pake kamarku dan tempat tidurku saja supaya ga kedinginan”

You know, abis gitu gantian aku yang terdiem, mataku berkaca2, and I’m so speechless…

March 3, 2007

A Letter to Nathan

Filed under: Daily Life

Nathan gak kerasa udah 1 tahun di Spore. Gak kerasa ya Than?

Nathan ini adalah satu orang yang sukses meracuni aku untuk ngeblog. Pertama kita ketemu karena anggota sebuah forum yang sama2 tinggal di Surabaya. Kemudian jadi lengket ket ket ket kayak lem dan perangko. Kemana2 berdua, bahkan aku berani ngajak Nathan shopping karena dia ga pernah bosen ngasih masukan ttg barang belanjaan. Sepatu, misalnya. Dikomentarin semua sampek nemu yang bener2 pas.

Pas masih di Surabaya sini, Nathan orgnya agak2 manja. Maklum, orang tuanya pebisnis yang tangguh dan sukses. Tapi pas kemaren ketemu. Wuah!
Kaget total…

Nathan berubah banyak…

Cara omongnya, cara memberi supportnya, cara menganalisa masalah. Dan yang paling penting, dia ga semau gue lagi dalam berbicara.

Bener2 kaget.

Dia sharing hidupnya banyak diubahkan ketika di Spore. Betapa dia harus bersusah2 ngebiss ria. Sementara di sini dia bisa enak make mobil pribadi. Bagaimana dia harus belajar mandiri, sementara dulu seingatku masak supermi aja jarang. –> Pilihnya pasti Pop Mi yang tinggal campur air panas

Hehehe..

Than, aku bangga sama kamu. Kamu udah berubah banyak. Smoga kamu bisa meraih visi dan misi yang telat Tuhan letakkan dalam hatimu ya. AKu bener2 bangga sama kamu, and I really really mean it.

Dari anak yang manja, berubah jadi pria kudusnya Allah
Dari stubborn-guy, berubah jadi pria rendah hati
Dari batu yang keras, berubah menjadi tanah liat yang mau dibentuk

Sori ga bisa kasih apa2 buat kamu balik ke Spore. Smoga ijazahmu cepet selesei, cepet dapat kerjaan yang kamu inginkan, dan berbuah buah banyak bagi Tuhan.

Me, your sis.