A Letter to Nathan
Nathan gak kerasa udah 1 tahun di Spore. Gak kerasa ya Than?
Nathan ini adalah satu orang yang sukses meracuni aku untuk ngeblog. Pertama kita ketemu karena anggota sebuah forum yang sama2 tinggal di Surabaya. Kemudian jadi lengket ket ket ket kayak lem dan perangko. Kemana2 berdua, bahkan aku berani ngajak Nathan shopping karena dia ga pernah bosen ngasih masukan ttg barang belanjaan. Sepatu, misalnya. Dikomentarin semua sampek nemu yang bener2 pas.
Pas masih di Surabaya sini, Nathan orgnya agak2 manja. Maklum, orang tuanya pebisnis yang tangguh dan sukses. Tapi pas kemaren ketemu. Wuah!
Kaget total…
Nathan berubah banyak…
Cara omongnya, cara memberi supportnya, cara menganalisa masalah. Dan yang paling penting, dia ga semau gue lagi dalam berbicara.
Bener2 kaget.
Dia sharing hidupnya banyak diubahkan ketika di Spore. Betapa dia harus bersusah2 ngebiss ria. Sementara di sini dia bisa enak make mobil pribadi. Bagaimana dia harus belajar mandiri, sementara dulu seingatku masak supermi aja jarang. –> Pilihnya pasti Pop Mi yang tinggal campur air panas
Hehehe..
Than, aku bangga sama kamu. Kamu udah berubah banyak. Smoga kamu bisa meraih visi dan misi yang telat Tuhan letakkan dalam hatimu ya. AKu bener2 bangga sama kamu, and I really really mean it.
Dari anak yang manja, berubah jadi pria kudusnya Allah
Dari stubborn-guy, berubah jadi pria rendah hati
Dari batu yang keras, berubah menjadi tanah liat yang mau dibentuk
Sori ga bisa kasih apa2 buat kamu balik ke Spore. Smoga ijazahmu cepet selesei, cepet dapat kerjaan yang kamu inginkan, dan berbuah buah banyak bagi Tuhan.
Me, your sis.
my dearest sistaaaaaa, aku rencana weekend ini pulang surabaya, balik ke denpasar hari selasa. Aku pulang dalam rangka hari raya Nyepi, yg pasti aku sekeluarga ga bakal betah gelap2an di rumah selama 24 jam!!!
Rencana aku di sby bakal cari beberapa perlengkapan, kalo kamu ga sibuk kita tentu bs ketemuan hehehehe….
Comment by sherly — March 14, 2007 @ 19:56