My Little Angel

Si kecil ini namanya Angelica Priscilla. Nama marganya Luhukay. Dari namanya udah kliatan kalo asalnya dari luar pulau. Yap, malaikat ini datangnya dari Ambon :p
Sebenernya sih dia lahir-gede di sini sih. Papa mamanya yang dari Ambon. Sayangnya Papanya udah lama meninggal sejak dia masih bayi dan otomatis mamanya yang mesti kerja banting tulang buat cari uang. (And I really2 mean it)–> jaman sekarang apa sih yang murah kalo punya anak? 1 kaleng susu aja ada yang 150 rebu, tahan buat 4-5 hari.
Dan akhir cerita, kalo mamanya kerja, sering banget nitipin anak umur 4 tahun ini di rumah. Dan jadilah dia mainan di rumah, di dandanin, di kuncir2, diajak jalan2 ke mall, diajak ke minimarket dekat rumah, pokoknya seneng deh, kayak ada boneka hidup di rumah.
Karena mamanya sibuk banget, sering dia bobo di rumahku. Dan didongengin rame2. Lucunya sih dia belum pernah didongengin. Tapi paling seneng kalo aku cerita soal Alkitab. Kapanan aku liatin buku Alkitab bergambar tentang bayi Yesus. Lalu aku cerita soal Maria dan Yusuf yang ingin menginap tapi tak ada kamar, jadi terpaksa mereka bermalam di kandang sapi, dan disitulah Yesus lahir. (Ada buku bergambar palungan,gua kandang sapi, dan banyak kambing, domba). Aku ajarin dia bersyukur buat keluarganya, mamanya, rumahnya dan kamarnya. Karena jelek2 gitu dia masih punya rumah dan kamar buat berteduh. Sedangkan bayi Yesus lahir di kandang yang penuh dengan binatang, dan dingin, mana palungannya bukan kasur yang seperti dia punya.
Setelah aku cerita dan tunjukin bukunya, tiba2 Angel terdiam lama. Matanya berkaca-kaca. Lalu dia berkata;“Kak, kasihan ya Tuhan Yesus,pasti Dia sangat kedinginan. Tapi aku mau kok minjemin kamarku buat Tuhan Yesus. Biar Dia pake kamarku dan tempat tidurku saja supaya ga kedinginan”
You know, abis gitu gantian aku yang terdiem, mataku berkaca2, and I’m so speechless…
Children are so precious indeed. Begitu polos dan pure
I think we, the adults should learn from them.
Comment by Helen — March 15, 2007 @ 08:11
anaknya lucu! Salam yah mee
Comment by Adrian — March 16, 2007 @ 01:02
itulah yang disebut iman anak-anak, bukan kekanak-kanakan tetapi menerima Tuhan Yesus dengan segala kemurnian hati mereka
Itu yang perlu kita pelajari dari mereka.
sist, did you ring me today??
Comment by sherly — March 16, 2007 @ 22:39
aaawww….bener yaaa…anak kecil tuh polos banget and jujur, makanya JC sayang banget sama anak2x kecil ^_^
Comment by freccia — March 17, 2007 @ 12:10
It is true when people say that “there is just so much things we can learn from children, from the way they see the world with their eyes”. Anak-anak tidak banyak berpikir, tidak banyak bikin perhitungan dan main untung-rugi. Kepolosan dan ketulusan mereka bagai sebuah danau jernih bagaikan kacayang bisa kita lihat dasarnya.
Makin kita dewasa kita menjadi semakin “keruh”. Semoga kita bisa belajar dari anak-anak dan menjernihkan kembali iman dan hidup kita untuk bisa membawa kemuliaan bagi Tuhan
Comment by Nathan J. Elias — March 19, 2007 @ 23:34
Jadi inget waktu masih kecil ya, serba happy, nga ada masalah dan selalu save dekat ortu.
Comment by Mutiara — March 26, 2007 @ 06:23