Mee Putus?

Kalo ada yang baca postingan ini, judul diatas jangan kaget ya? Itu bukan announcement kok. Cuma sekarang aku sampe dalam tahap considering buat putus.
Yaaaa, meskipun most all of you pada tau kalo I’m going to marry,soon.
Cuma aku merasa, selama ini hubungaku dengan dia belum mencapai high-quality-relationship dalam hal rohani. Kita sih sering berdoa bareng. Tapi aku pengen pernikahanku itu bisa memberkati orang lain, bisa jadi contoh buat orang lain.
Kinda freaky ya? jaman sekarang gitu, mana ada hal yang kayak gini?
Guess what, daripada aku ga nemu Kehendak Tuhan dalam hidupku, aku lebih baik sendiri daripada salah melangkah. Salah memilih pasangan hidup berarti neraka.
Sekarang sih, aku belum putus 100% meski sekarang udah considering demikian. Aku mau take a break bentar dan bener2 berdoa buat masa depanku. Secara pribadi aku sayang banget sm fianceeku. Karena aku belum pernah ngeliat orang yang mati-matian bela-belain aku sampe sebegitunya.
Orang skeptik berkata: halah, jaman sekarang kok pake mikir kehendak Tuhan? Kalo mo merit ya merit, kalo ga cocok, cere-lah! Kok bingung?
Aku tauuuu banget, jadi kacang jangan sampe lupa kulitnya. Maksudnya, aku ngeliat dia banting tulang, mati-matian bela2in aku (yang tau sejarah hidupku bakal ngerti) trus sekarang, setelah semuanya normal, aku melupakan pengorbanan dia begitu saja.
Si Nathan pernah bilang gini: “Jangan pernah melangkah kecuali Tuhan berkata IYA. Sebab kalo tidak,taruhannya besar”
Nah ini, kalo aku salah melangkah taruhannya adalah sepanjang sisa hidupku. Sekarang, aku mau berdiam diri, ambil waktu buat berdoa. Semoga saja segala sesuatunya akan lebih baik.
gue dukung mee selama mee buat keputusan berdasarkan pertimbangan matang….bukan impulsif…
Comment by Jed — April 10, 2007 @ 10:10
Mee, be prepared with any decision you will take. I can only say that God’s plan is always more beautiful than anyone can think. Leave it to Him and He will answer your prays soon.
Take care sis,
Muti
Comment by Mutiara — April 10, 2007 @ 18:11
Sister… You are in my prayers, thoughts and heart.
Count on me, but more importantly, count on Jesus forever and a day!
Love you!
Comment by sherly — April 10, 2007 @ 22:23
mi, I’m proud of you for being bold and taking a step to ask God what’s best for you..
just be ready to His answer whatever it is…tapi yg aku percaya semuanya pasti indah pada akhirnya ^.^
chiayo me..I support you from here
Comment by freccia — April 11, 2007 @ 05:21
yo wes take break sebanayk mungkin, biar iso mikir jernih…terutama buat mikir ke depan ne
Percaya deh, kita selalu di dalam kasihNya
Comment by adjie — April 11, 2007 @ 07:03
Setuju dengan semua komen di atas… hohoho…
It’s a truly bold decision, tp aku setuju kalo kamu harus bener2 yakin mo menikah dengan si dia, drpd nyesel belakangan. Whatever happens, serahkan semua kpd Tuhan, aku percaya Dia akan menuntunmu ke jalan yg benar Mee
Jia you sistah! Our prayers are with you!
Comment by Helen — April 11, 2007 @ 08:18
It’s a good thing to rely and reconsider in God, tapi ingat juga bahwa selain prayer kita juga perlu untuk melakukan tindakan, apa yang namanya “step of faith”.Kalau masih baca Purpose Driven Life, renungan hari ke-22 akan menjelaskan mengenai hal ini dengan referensi dari Joshua 3:13-17.
“And as soon as the priests who carry the ark of the LORD–the Lord of all the earth–set foot in the Jordan, its waters flowing downstream will be cut off and stand up in a heap.” (Joshua 3:13)
Air berhenti PADA SAAT mereka melangkah maju, bukan sebelum. Jadi yang namanya berdoa dan berserah pada Tuhan itu bukan sesuatu yang sifatnya pasif, namun diperlukan tindakan aktif dari kita juga. Bentuk dari tindakan itu seperti apa, nah itu yang harus kamu gumulkan dan cari di hadapan Tuhan.
But all in all, pernikahan yang memberkati memang harus jadi tujuan kita, karena itu kita harus mencari pasangan yang satu hati, satu misi dan satu visi dalam hidup. Aku juga pengen koq nanti punya pasangan yang bisa mendukung aku dalam kegiatan counselling dan evangelism, juga mungkin pengajaran kalo Tuhan mengijinkan. Kalo punya pasangan yang tidak satu visi, begitu masalah datang menerpa bisa berantakan, bukan saling mendukung malah saling mencela.
Misal jika harus buat pengorbanan di hadapan Tuhan untuk sebuah misi atau purpose, jika keduanya tidak satu hati, maka akan ada banyak konflik. Seperti kisah William Carey yang dituangkan dalam film CANDLE IN THE DARK, saat Carey ingin berangkat dari Inggris ke India untuk penginjilan, istrinya mentah-mentah menolak ikut. Akhirnya walau sang istri ikut pun dia tidak ada sukacita dan terus-terusan ngedumel dan nagging ke suaminya, sampai akhirnya waktu kesukaran terjadi, sang istri pun tidak kuat dan menyalahkan suaminya dan Tuhan yang membawa mereka ke India.
Last but not least,
“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.” (Mazmur 127:1)
Comment by Nathan J. Elias — April 11, 2007 @ 12:27
*hugs*…semuanya indah pada waktunya kak.
Klo emang ga jodoh ya pasti Tuhan punya rencana yang lain….kali aja dapet jodoh yang lain….
*ingatkan aku untuk ngasih CD dari bos ku yach …. lagunya cocok untuk kk n kebetulan aku yang nyanyi…tapi sekarang lagi dalam proses mixing…ntar klo dah jadi tak kirim. Jangan lupa kirim alamat yach ke emailku, itu juga klo kk mau*
*hugs*
Comment by yoan — April 11, 2007 @ 14:47
i believe there’s a good reason behind almost everything and i think i know you well enough to learn that any important decision you make, you have think about it thoroughly…
i support your decision, whatever it is *hugs*
Comment by hazey — April 12, 2007 @ 23:28
meea…! kamu membuat keputusan yang baik. go mee a!!
tak dukung..semua mesti answered sek baru melangkah!
Comment by Finna — April 12, 2007 @ 23:45
Amin mee,
Tuhan tahu yang terbaik, biar Dia yang tuntun.
Tapi pikir masak masak loh mee.
Comment by Adrian — April 15, 2007 @ 02:17